Ya Tuhan, jika memang dia menginginkan aku pergi, aku cuma meminta buatlah dia merasa selalu bahagia tanpa usikku dihidupnya, dan buat dia membenciku sebenci-bencinya, biar dia tidak akan pernah merasa menyesal tanpaku.

Iklan

12-12-2012, Hidup memang sudah seharusnya sperti ini, bersulang dalam bahagia, yang kerap membuatku tertawa renyah, terasa hangat dan begitu mempesona. Sayangnya kehendak tuhan yang sering kali membuat kita menanggung sejuta perih yg mendidih, begitu terik dan menyesakkan, mengupas jiwaku selapis demi selapis, hingga ku terlalu lelah, bahkan hanya untuk sekedar bermimpi ingin tetap bisa bersama orang yg sangat ku sayangi dan kucintai selama ini, dan ketika ku coba berteriak, menangis sekencang kencangnya, dan mempertanyakan kenapa engkau melahirkan kami dalam perbedaan ini, kenapa hal itu seakan menjadi pembatas diantara keinginan kami yg begitu indah. Tapi kenyataannya masih saja seperti itu, selalu sama, tak bergeming sama sekali.

Dan malam ini sebuah hal terucap, yg membuat aku merasa hidup ini terlalu panjang untuk dilalui tanpamu, disaat aku mendengar ” aku tidak bisa menjanjikan apa-apa, cuma tidak ingin ada perselisihan selanjutnya, jika ingin membuka hati untuk org lain, hal itu tidak masalah, sekarang aku mulai mengetahui kenapa harus mencari pendamping hidup dari suku yg sama” .

Terkadang aku harus sesekali berhenti, meretas letih yang semakin terasa, disela-sela perjalanan, yang kian hari makin terasa menyulitkan, masih bnyak persimpang didepan sana, dan sialnya semua terlihat sama, tapi aku tak perlu ragu untuk melaluinya, aku tak ingin memikirkan hal itu, aku hanya ingin terus bermimpi walau sekecil apapun kemungkinan untuk kita. Karena sesungguhnya mimpi-mimpi lah yg terus membuatku bertahan.

Dan kini aku hanya bisa sandarkan semua mimpi dan harapan disisi tuhan, semoga tuhan berbaik hati untuk mengabulkan nya suatu saat nanti.

Aku sangat mencintaimu, hida…

Detik ini, ku kembali dihadapkan pada pengulangan sebuah momen, dimana ku pernah dilahirkan, beberapa tahun silam. Decak kagum dan rasa syukur, tak henti terucap dari bibirku, begitupula rangkaian mimpi dan harapan, yang kembali ku kumandangkan ke Yang Maha Kuasa.

Tiba-tiba saja ku kembali ke masa lalu, saat dimana bu guru bertanya padaku, kalau sudah besar mau jadi apa? sontak disudut sana menjawab “pilot”, “dokter”, dan segala macam profesi masa depan yang membanggakan. Lalu dibangku ketiga dari depan, aku, seorang lelaki mungil, menatap jauh kedepan, dengan mata berbinar, dan senyum kecil yang terus mengukir, seperti tak sabar menunggu giliran, untuk menumpahkan segala mimpi-mimpi yang sudah ku kumpulkan dan tertata rapi di kepalaku.

Tapi sekejap ku merasa bingung, karena mimpi-mimpiku jauh lebih banyak daripada kebanyakan teman-temanku, lalu ku bergumam dalam hati, apakah pantas, untuk memiliki mimpi lebih dari satu keinginan?? Mungkin banyak diantara mereka yang mencibir, kalau aku hanya pemimpi, tapi aku tau, aku tak perlu ragu, teruslah bermimpi, karena mimpi-mimpi lah yang terus membuatku bertahan hidup, sampai di titik ini, hingga saat ini, saat dimana ku kembali memejamkan mata, dan meniup lilin-lilin kecil dihadapanku, untuk kesekian kalinya.

If there’s something that dreaming of then may it all come true, because me deserve it all… HAPPY BIRTHDAY TO MY SELF..
Kini, aku setahun lebih dekat, untuk harapan hidup denganmu. Semoga tuhan berbaik hati untuk menyatukan kita.
Aku mencintaimu Nurhidayah… 🙂

Cinta itu perasaan yg tidak direncanakan, dia hadir dengan sendirinya. Karena yg merencanakan itu bukan kita, tapi Yang Maha merencanakan.
Aku memang berencana, berangan, bahkan bermimpi bisa hidup bersamamu, tapi jika semuanya gagal aku yakin tuhan punya rencana yang lebih baik dari apa yang kurencanakan.

Jika aku harus menjauhimu, aku akan memulainya dengan berjalan mundur aku akan menghayati lambai tanganmu diselangkah demi selangkah. Kemudaian disaat mataku mulai berkaca-kaca aku akan berkedip untuk membiarkan pipi ku basah, aku akan menangisi jarak sambil menaruh harap untuk melayang-layang diatas tanah. Karena sejauh apapun kita terpisah, kita hanya sama sama dibawah langit, masih didalam bumi yang tidak
Lelah berputar.

Mungkin aku terlalu cemburu dengan smua apa yang kamu lakukan dengan orang yang baru kamu kenal, tapi apa itu salah?, aku hanya takut itu smua akan membuat kita semakin jauh, dan lama kelamaan akan membuat kita saling melupakan.

Namun, ketahuilah sayang….
Jika ada saat dimana aku sudah bisa hidup tanpamu, itu adalah aku yang hanya tidak tersenyum lagi.

* kekasih hatiku, harapan ku, hida *

cinta, menunda kehilangan

Posted: Oktober 28, 2012 in Uncategorized

Membesarkan gelak dan tawa, menebar  riuh beradu riang, dan menganggap semuanya akan baik-baik saja, biar sajalah seperti itu, dari pada semua rasa ini akan hilang walapun sebenarnya ku sangat sadar bahwa jiwa telah gusar, bahkan walaupun hanya untuk sekedar menatap senja yang temaram. Hatiku terlalu letih, untuk menahan sepi yang sekian menindih, meremukkan jiwaku, hingga menyerpih.

Melepasmu dengan segala kehampaan, adalah perih yang tak terbantahkan. Selalu saja membuat jiwaku mendadak lumpuh, jatuh bersimpuh, dan terus terbenam dalam perasaan pilu yang berkepanjangan. Terlalu banyak  guratan luka, setumpuk cerita, namun sedikit sekali mimpi dan harapan yang  tersisa untuk kita.

Rindu akan dirimu yang  dulu itu menyentak, saat hati tengah meretas kenangan kita, yang terlulur santun, lengkap dengan sepucuk kertas, sebotol minuman mineral dan sebuah baju hijau yang masih kusimpan sampai saat ini. Betapa masih merekat dalam ingatan, sepasang mata yang kerap memandang lembut, bibir yang senantiasa senyum  didepan teras rumah, suara yang selalu memanjakan telinga kita, dan dekapan hangat yang selalu mampu menjinakkan setiap lekuk kepenatan. Sungguh, lukisan garis-garis rautmu itu, selalu saja membuat raga ini terasa ngilu, dan saat semua nya itu telah hilang, aku hanya bisa mengerti satu hal, betapa cinta hanyalah menunda kehilangan.

Setelah kau mengenal yang lain, senja seakan dipaksa berlabuh, menyisakan pekatnya malam yang enggan berpendar, sepipun terlalu dingin mengendap disetiap ruas ingatan, sementara hujan, seolah tak ingin terlalu terburu-buru untuk menghapus jejak yang pernah kau toreh, dan musimpun tak ternah mau tua. Aku hanya berani untuk ungkapkan disini, karena aku tak bisa berkata lebih banyak lagi saat rumahku yang kuharap sebagai surgaku disentuh bahkan dikuasai oleh orang lain…

Mengertilah sayang….

*kekasih hatiku tercinta, hida..*

Gambar

Entah dari mana aku akan mengurai semua kisah tentang mu satu persatu, seberkas lembaran kisah selalu terwujud untuk kita setiap ketukan detik jam dinding disudut rumah, dia hanya diam tetapi selalu menghadirkan sebuah cerita setiap harinya.

Kau dan aku hanyalah dua sosok yg belum pasti untuk dipersatukan oleh tuhan, kau dan aku hanyalah seberkas cahaya lampu disudut taman kota dikegelapan malam yg selalu menemani setiap malam sampai pagi menjelang, namun kita adalah sepasang pagi yg tidak akan pernah berhenti membaca segala kemungkinan untuk bersama.

kau tahu sayang?,aku selalu memimpikan untuk pulang. Pulang menuju hatimu yang sesungguhnya telah lama aku rumahkan. Pulang ke tempat dimana hanya ada kita, dua tungku perapian, dan selimut tebal coklat tua. Apakah ada surga yang lebih indah daripada itu? kalaupun ada, aku akan memilih surgaku sendiri, dengan selalu bersamamu.

Setiap kali aku berdo’a ingin menuju surga kita tiba tiba ada yg membuatku berhenti sesaat, disaat itulah aku tidak pernah lupa menyisipkan namamu dan harapan kita untuk bisa bersatu dalam suatu ikatan suci, dan kemudian aku mengakhiri do’a ku dengan kata ” aku ingin bersamamu sayang”.

sekarang kita sudah menjalani semua kisah kita selama 2 tahun, dan aku akan menghitung setiap waktu sampai tuhan berbaik hati untuk mempersatukan kita. Dan terima kasih kepada waktu yg sudah mengajariku menunggu.

aku ingin hidup bersama mu *H*

Calon imam mu..

Jasman.