Satu momen, sebuah persinggahan menuju momen berikutnya.

Posted: Februari 18, 2013 in Uncategorized

Akulah yang selalu mencintaimu, akulah cinta itu sendiri. Aku sering bergelut dengan rindu, karena rindu bagiku adalah bagian keping-keping  kenangan kita yang berhamburan dilangit malam oleh karena dua bintang yang bertabrakan akibat sesuatu yang tak jelas dari mana datangnya.
Sekarang bagian keping-kepingan itu jatuh dikepalaku, lalu aku disini mencoba untuk merapikan kepingan demi kepingannya lewat  semua tulisan ini. Alasannya sederhana, agar kata-kata ku ini tidak tersapu oleh angin, tidak lebih. Walau kini, kau bahkan lupa akan kepingan-kepingan kenangan tersebut.
Kamu intu indah, seperti puisi. Walau kadang sulit untuk ku mengerti.

Satu momen yang begitu bahagia bisa mencintaimu,, namun aku sadar, mungkin ini hanya sebuah persinggahan yang telah diatur tuhan menuju momen berikutnya.
Semoga kita dipertemukan dikehidupan yang lebih baik.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s