Jika kau butuh aku, aku masih mencintaimu.

Posted: Februari 11, 2013 in Uncategorized

Aku masih tak percaya apa yg terjadi antara kau dan aku saat ini, semua seperti pukulan telak bagiku, pukulan yang memukul aku dengan betapa kuatnya menghantamku, sampai aku terjatuh. Aku tak peduli seberapa sakit dan jatuhnya aku, kini hatiku hanya bertanya, meski hanya pertanyaan-pertanyaan klise kelas dua, namun kurasa perlu dicari jawabannya.

Betapa tidak, masih teringat jelas bagiku. Kala sore itu 18 desember 2012 di pelabuhan, aku masih bisa merasa betapa beruntungnya aku bisa mengenalmu, bisa dekat denganmu, bahkan bisa menyayangimu.
betapa beruntungnya aku masih bisa melihat senyummu, (mungkin) untuk yang terakhir kalinya, lengkap dengan pernak pernik merah merekah.
Betapa beruntungnya aku bisa melihat lambaian tanganmu, (mungkin) untuk terakhir kalinya seiring keberangkatan kapal, kapal kepergianmu yang (mungkin) memang ditakdirkan untuk perjalananmu perlahan menjauhiku.

Memang membiarkan sesuatu berjalan seperti biasanya, adalah hal yang cukup sederhana. Namun akan terasa cukup kompleks, ketika kau harus membiarkan sesuatu, namun kau merasa (mungkin) memang aku yg seharusnya bersalah.
Jika kau memang ingin membenciku, maka bencilah aku semampumu. Namun jika kau butuh aku, aku masih mencintaimu. Dan Kamu pasti tahu apa yang harus kamu lakukan..

I’LL love you for a thousand years hida..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s