Arsip untuk Desember, 2012

12-12-2012, Hidup memang sudah seharusnya sperti ini, bersulang dalam bahagia, yang kerap membuatku tertawa renyah, terasa hangat dan begitu mempesona. Sayangnya kehendak tuhan yang sering kali membuat kita menanggung sejuta perih yg mendidih, begitu terik dan menyesakkan, mengupas jiwaku selapis demi selapis, hingga ku terlalu lelah, bahkan hanya untuk sekedar bermimpi ingin tetap bisa bersama orang yg sangat ku sayangi dan kucintai selama ini, dan ketika ku coba berteriak, menangis sekencang kencangnya, dan mempertanyakan kenapa engkau melahirkan kami dalam perbedaan ini, kenapa hal itu seakan menjadi pembatas diantara keinginan kami yg begitu indah. Tapi kenyataannya masih saja seperti itu, selalu sama, tak bergeming sama sekali.

Dan malam ini sebuah hal terucap, yg membuat aku merasa hidup ini terlalu panjang untuk dilalui tanpamu, disaat aku mendengar ” aku tidak bisa menjanjikan apa-apa, cuma tidak ingin ada perselisihan selanjutnya, jika ingin membuka hati untuk org lain, hal itu tidak masalah, sekarang aku mulai mengetahui kenapa harus mencari pendamping hidup dari suku yg sama” .

Terkadang aku harus sesekali berhenti, meretas letih yang semakin terasa, disela-sela perjalanan, yang kian hari makin terasa menyulitkan, masih bnyak persimpang didepan sana, dan sialnya semua terlihat sama, tapi aku tak perlu ragu untuk melaluinya, aku tak ingin memikirkan hal itu, aku hanya ingin terus bermimpi walau sekecil apapun kemungkinan untuk kita. Karena sesungguhnya mimpi-mimpi lah yg terus membuatku bertahan.

Dan kini aku hanya bisa sandarkan semua mimpi dan harapan disisi tuhan, semoga tuhan berbaik hati untuk mengabulkan nya suatu saat nanti.

Aku sangat mencintaimu, hida…

Iklan

Detik ini, ku kembali dihadapkan pada pengulangan sebuah momen, dimana ku pernah dilahirkan, beberapa tahun silam. Decak kagum dan rasa syukur, tak henti terucap dari bibirku, begitupula rangkaian mimpi dan harapan, yang kembali ku kumandangkan ke Yang Maha Kuasa.

Tiba-tiba saja ku kembali ke masa lalu, saat dimana bu guru bertanya padaku, kalau sudah besar mau jadi apa? sontak disudut sana menjawab “pilot”, “dokter”, dan segala macam profesi masa depan yang membanggakan. Lalu dibangku ketiga dari depan, aku, seorang lelaki mungil, menatap jauh kedepan, dengan mata berbinar, dan senyum kecil yang terus mengukir, seperti tak sabar menunggu giliran, untuk menumpahkan segala mimpi-mimpi yang sudah ku kumpulkan dan tertata rapi di kepalaku.

Tapi sekejap ku merasa bingung, karena mimpi-mimpiku jauh lebih banyak daripada kebanyakan teman-temanku, lalu ku bergumam dalam hati, apakah pantas, untuk memiliki mimpi lebih dari satu keinginan?? Mungkin banyak diantara mereka yang mencibir, kalau aku hanya pemimpi, tapi aku tau, aku tak perlu ragu, teruslah bermimpi, karena mimpi-mimpi lah yang terus membuatku bertahan hidup, sampai di titik ini, hingga saat ini, saat dimana ku kembali memejamkan mata, dan meniup lilin-lilin kecil dihadapanku, untuk kesekian kalinya.

If there’s something that dreaming of then may it all come true, because me deserve it all… HAPPY BIRTHDAY TO MY SELF..
Kini, aku setahun lebih dekat, untuk harapan hidup denganmu. Semoga tuhan berbaik hati untuk menyatukan kita.
Aku mencintaimu Nurhidayah… 🙂