Selalu saja begitu setelah 2 tahun lebih tak bertemu, Kau tahu… sebenarnya aku mengharapkan pertemuan kita terakhir itu bisa memperbaiki semuanya seperti beberapa tahun sebekumnya. Namun kau hanya bersikap seolah memang pertemuan itu tidak terlalu kau harapkan dan hanya mencoba untuk menghiburku.
Kau adalah orang yang kukejar selama N tahun, Aku tak tahu bagaimana bisa mengejarmu sampai selama itu. Mungkin hanya orang bodoh yang bisa melakukannya, ya .. memang benar aku bodoh. Tolol, ya.. memang hanya orang tolol yang mengejarmu selama itu. Ada 2 hal yang aku takutkan saat ini. Pertama jika kau hilang aku harus cari siapa untuk mengembalikan kenangan kita? Kedua bagaimana jika kau sudah jadi milik orang lain dan aku tak bisa lagi mengejarmu?
Aku ingin selalu mengejarmu, namun belakangan aku mulai lelah karena semua keadaan ini, aku masih dan tetap mencintaimu tetapi aku tidak ada dihatimu, dan kau tidak mengingatku lagi. Dan kau tak merasakan kehilanganku. Impian untuk bersamamu sepertinya hanya milikku. separuh hatiku telah kau bawa pergi, kini kau telah pergi dan (mungkin) takkan kembali, kemudian biarkanlah air mata ini menyejukkan separuh hatiku yang tinggal ini.
Terima kasih untuk semua yg telah kau berikan selama ini, terima kasih untuk pelajaran keikhlasan yg sangat berharga ini. Walaupun aku tidak bisa berhasil mengejarmu bagaimana bisa aku merelakan orang lain yang belum mengejarmu selama itu kemudian menggandeng tanganmu yang aku sendiri belum pernah menggandengnya.
Semoga hida bahagia ya.. ocu hanya bisa mendo’akan yg terbaik untuk hida. Selamat tinggal hidaku. Selamat tinggak harapanku. Maaf harus mengembalikan semua barang pemberian hida. Karena jika itu masih disimpan. Itu akan selalu mengingatkan semua. 😭

Ini postingan terakhir untuk blog ini. Karena saya akan mengikhlaskan sosok yg saya tulis disini. Sekian.
5 mei 2016 23:38 WIB

Iklan

Kini aku berada dalam masa yang cukup sulit dalam perjalanan yg entah kapan akan berakhir ini, aku hanya perlu sikap lapang dada saat orang lain bisa menjalani masa-masa sama halnya seperti ini dengan orang yang dicintai dan mencintainya. aku merasa disudutkan, dikucilkan, diasingkan, dan dikesampingkan dari keramaian ini, aku merasa semua ini mulai membosankan. Dan sialnya aku harus menghadapi ini sendirian tanpa orang yg begitu sangat aku cintai.

Entah kemana perginya dia yang dulu, sekarang hatinya memang tak ada bedanya seperti berangkas yg sebegitu tebalnya dan dilengkapi dengan kunci kombinasi angka numerik, terlalu sulit untuk kemampuanku melihat dan bahkan menebak apa yg ada didalamnya. Apa didalam memang sesuatu yang aku harapkan, atau kebalikannya, atau mungkin hanya sebuah berangkas kosong, yang siap untuk menyimpan benda baru yg bukan milikku.

Ahhhh,,, entahlahh.. Sekarang semuanya terlihat samar-samar, semoga Tuhan tidak berhenti berbaik hati untuk “KITA”.

Terkadang, aku sungguh tidak sabar dengan jarak yg memisahkan ini. Namun sekali lagi, jika aku mengingat orang yang aku tunggu adalah “dia”, maka hal itu mampu membuatku bersabar untuk bertahan menunggunya. Aku merasa bangkit kembali dan percaya bahwa jarak bukanlah apa-apa. Aku akan terus menunggunya sampai dia benar-benar kembali dan datang dengan penuh cinta dan kasih. Dan percayalah jika sudah tiba saatnya aku akan datang untuk melamarnya dengan penuh cinta dan kasih juga.

    Saat cuaca dan hati mulai mendung, apa yang selalu aku ingat adalah tentang hujan, karena aku suka aroma tanah kering yang disirami hujan. Rintik-rintik kecilnya terlihat indah saat hujan itu deras, terlihat begitu mengagumkan.

    Setelah hujan reda kemudian pelangipun mucul. Pelangi adalah sesuatu yang selalu aku inginkan dan tidak akan pernah hilang dalam kehidpuan aku, karena pelangi itu adalah sebuah karya tuhan yang ditiap warnanya memiliki filosofi dibalik keindahan warnanya itu. Kadang aku iri kepada pelangi, karena dari pelangi kita bisa belajar tentang kesetiaan, pelangi akan terus setia menunggu hingga hujan reda sampai waktu datang untuknya.

    Diantara warna pelangi aku paling suka melihat warna merah, sama spertimu. Aku tau, kamu suka merah. Apapun dengan warna merah mencerminkan karakter yang pemberani, tegar dan kuat mempertahankan prinsip, wanita seperti kamu yang aku pilih sebagai pendamping hidup. Dan aku hanyalah laki-laki yang sedang jatuh hatinya, bukan penjahat yg akan mencuri hatimu.
    
    Namun ada segelintir orang yang bertanya kepadaku tentang apa itu cinta? Bagi aku cinta itu adalah kesetiaan menjaga perasaan, apa orang itu kamu miliki ataupun dimiliki org lain.

Akulah yang selalu mencintaimu, akulah cinta itu sendiri. Aku sering bergelut dengan rindu, karena rindu bagiku adalah bagian keping-keping  kenangan kita yang berhamburan dilangit malam oleh karena dua bintang yang bertabrakan akibat sesuatu yang tak jelas dari mana datangnya.
Sekarang bagian keping-kepingan itu jatuh dikepalaku, lalu aku disini mencoba untuk merapikan kepingan demi kepingannya lewat  semua tulisan ini. Alasannya sederhana, agar kata-kata ku ini tidak tersapu oleh angin, tidak lebih. Walau kini, kau bahkan lupa akan kepingan-kepingan kenangan tersebut.
Kamu intu indah, seperti puisi. Walau kadang sulit untuk ku mengerti.

Satu momen yang begitu bahagia bisa mencintaimu,, namun aku sadar, mungkin ini hanya sebuah persinggahan yang telah diatur tuhan menuju momen berikutnya.
Semoga kita dipertemukan dikehidupan yang lebih baik.

Aku masih tak percaya apa yg terjadi antara kau dan aku saat ini, semua seperti pukulan telak bagiku, pukulan yang memukul aku dengan betapa kuatnya menghantamku, sampai aku terjatuh. Aku tak peduli seberapa sakit dan jatuhnya aku, kini hatiku hanya bertanya, meski hanya pertanyaan-pertanyaan klise kelas dua, namun kurasa perlu dicari jawabannya.

Betapa tidak, masih teringat jelas bagiku. Kala sore itu 18 desember 2012 di pelabuhan, aku masih bisa merasa betapa beruntungnya aku bisa mengenalmu, bisa dekat denganmu, bahkan bisa menyayangimu.
betapa beruntungnya aku masih bisa melihat senyummu, (mungkin) untuk yang terakhir kalinya, lengkap dengan pernak pernik merah merekah.
Betapa beruntungnya aku bisa melihat lambaian tanganmu, (mungkin) untuk terakhir kalinya seiring keberangkatan kapal, kapal kepergianmu yang (mungkin) memang ditakdirkan untuk perjalananmu perlahan menjauhiku.

Memang membiarkan sesuatu berjalan seperti biasanya, adalah hal yang cukup sederhana. Namun akan terasa cukup kompleks, ketika kau harus membiarkan sesuatu, namun kau merasa (mungkin) memang aku yg seharusnya bersalah.
Jika kau memang ingin membenciku, maka bencilah aku semampumu. Namun jika kau butuh aku, aku masih mencintaimu. Dan Kamu pasti tahu apa yang harus kamu lakukan..

I’LL love you for a thousand years hida..

Saat hujan reda

Posted: Januari 22, 2013 in Uncategorized

hujan reda, kenangan masih deras di kepala, tentang teh  yang luput dari kecupan
bibir ku, sebab sore itu kau sibuk mengecup pikiranku dengan kisah dari masa depan..

sementara bibirku sibuk mencari alamat biar sampai ke lelah matamu hujan reda, kenangan masih deras di kepala, tentang baju yang basah dipeluk hujan bebas di halaman rumah mu dan aku serta engkau terlalu takut membaur sebab kebebasan.

kadang tak memberikan pilihan selain diam di tempat.
hujan reda, kenangan masih deras di kepala, tentang warna abu-abu saat langit mendung semendung mataku setelah asing pelangi bertamu ke matamu dan menawarkan rumah yang lebih bebas dari sepasang lenganku.

hujan reda, kenangan masih deras di kepala, tentang engkau yang kembang api dan dadaku langit malam dor sekali, lalu tak tampak lagi.